Home » Kebumen Hari Ini

Sekali lagi tentang kekeringan di kebumen


admin 15 July 2008 Kebumen Hari Ini 1 views No CommentPrint This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Berita kebumen. Masih ingat khan pelajaran di sekolah dulu, bahwa kekeringan salah satu sebabnya adalah karena hutan gundul, jadi tidak ada serapan air.

Nah ini juga yang tengah terjadi di kebumen tepatnya di desa Desa Giritirto Kecamatan Karanggayam, Kabupaten kebumen.

Masyarakat disana sudah berulang kali mengusahakan untuk penghijauan bahkan sudah meminta pemerintah yaitu dinas perhutani untuk melakukan penghijauan. Namun yaitu kebiasaan pemerintah kita.

Berikut ini saya cuplikkan berita dari suara merdeka:

Perum Perhutani didesak segera menghijaukan hutan gundul di wilayah Kebumen terutama di Desa Giritirto Kecamatan Karanggayam, yang menjadi daerah tangkapan air. Pasalnya kawasan hutan itu menjadi penyangga air bagi ketersediaan air bersih masyarakat Kebumen.

Warga Desa Giritirto, Suparyo (40) mengaku khawatir terjadi erosi jika turun hujan. Sebab hutan gundul ini sudah 15 tahun, tapi belum ada penanganan yang serius,” ujar Dusun Kalikranji ini. Dampak nyata hutan gundul sudah dirasakan warga Karanggayam dan sekitarnya. Setiap musim kemarau warga kesulitan air besih karena mata air cepat mengering.

“Bahaya ini juga mengancam warga Kebumen secara umum, karena daerah ini merupakan tangkapan air yang vital,” kata Suparyo kepada SM CyberNews, Selasa (15/7).

Secara terpisah, Asper Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BPKPH) Karanganyar Yuliono mengatakan pihaknya setiap tahun melakukan penghijauan di kawasan hutan di Desa Giritirto. Tahun lalu pihaknya mereboisasi hutan di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Karanggayam seluas 34,9 hektare, RPH Somagede 22,6 hektar dan RPH Peniron tiga hektare.

Penghijauan itu, jelas Yuli, berupa penanaman pohon pinus dan tanaman buah-buahan dengan sistem banjar harian. Yakni masyarakat yang menanam dengan sistem upah harian. “Setiap tahun kita tanami tanaman yang kosong,” ujarnya.

Yuli mengakui, tanaman itu sekarang masih kecil-kecil. Minimal butuh waktu lima tahun agar tanaman itu bisa berfungsi sebagai penahan air. “Kendala kita lahan disana sudah tidak subur karena berkurangnya lapisan solum (lapisan yanah yang subur), sehingga kita lakukan sistem sulam untuk mengganti tanaman yang mati,” jelasnya.

Nah dah tahu khan sekarang beritanya. :D

Written by Kebumen Diary - Visit Website
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Related Post :


Tentang kontes satwa
Lagi lagi tentang uang !!!
Busby SEO Challenge, kontes kelas dunia

Have your say!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

::) :|) :! ;;) :) >:) :? :p ;) :P >) :B :0 ::( :| :( :o >>:) :> ;D :D

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>