Perceraian akibat KDRT tinggi di Kebumen
Berita kebumen. Pernikahan adalah sebuah janji suci di hadapan Tuhan untuk mengikatkan diri hidup bersama sampai alam baka. Tentunya di dalam perjalanan bersama tersebut ada romantika suka dan duka yang harus di lalui.
Entah karena memang sudah tidak cocok atau karena tekanan ekonomi serta alasan lain, perceraian di Kebumen yang di sebabkan oleh KDRT semakin tinggi.
Padahal karena alasan apapun, perceraian tidak disukai Tuhan. Berikut petikan dari suara merdeka :
Angka perceraian pasangan suami istri di Kebumen mengalami peningkatan. Hingga bulan juni 2008 jumlah kasus perceraian yang ditangani Pengadilan Agama Kebumen mencapai 1.001 kasus. Padahal tahun 2007 pada bulan yang sama, jumlah perceraian hanya 814 kasus.
Ketua Pengadilan Agama (PA) Kebumen Agus Salim, mengatakan faktor tertinggi yang menyebabkan perceraian adalah karena faktor ekonomi yang hampir mencapai 50 persen. Nomor urut dua dikarenakan faktor kekerasan dalam rumah tangga yang mencapai 35 persen.
“Sisanya karena alasan lain-lain,” kata Agus Salim.
Agus Salim menambahkan, perceraian seringkali bermula dari percekcokan dalam rumah tangga. Sebab dalam praktiknya, suasana dalam rumah tangga sangat berbeda dengan perkiraan orang yang belum menikah. Banyak sekali perbedaan yang tidak bisa disamakan. Padahal terkadang perbedaan itu mengenai hal yang sepele.
“Situasi orang berumah tangga dengan saat masih pacaran sangat berbeda,” kata Agus.
Meski demikian, sebelum memberikan putusan sidang perceraian, Pengadilan Agama berusaha menasehati suami isteri untuk rujuk. Dengan memberikan gambaran persoalan ke depan persoalan yang bakal dihadapi keduanya dan anak. “Ada yang tidak jadi bercerai, namun ada juga yang tidak bisa dipertahankan,” imbuh Agus.
Ia menambahkan, perceraian terjadi di semua kalangan masyarakat termasuk di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun ditanya mengenai jumlah PNS Kebumen yang bercerai, ia tidak tahu persis jumlahnya. “Detailnya saya kurang hafal.
Wakil Bupati Kebumen KH Nasirudin Al-Mansyur mengakui ada PNS yang tidak bisa mempertahankan biduk rumah tangganya. Namun jumlah PNS yang bercerai masih wajar.
“Di mana saja tetap saja ada yang bercerai. Tapi jumlahnya tidak begitu banyak,” ujar KH Nashirudin.
Selain itu kebumendiary ikut mendoakan terdakwa Sumiasih dan Sugeng yang akan di eksekusi mati nanti malam, semoga yang bersangkutan dan keluarga yang ditinggalkan tetap tabah, serta diberi kemudahan jalan untuk menghadap NYA
Written by Kebumen Diary - Visit WebsiteRelated Post :
HIV mulai merambah kebumen
Petani Sulit Kendalikan Keong Emas
Menantu-Mertua Curi Pagar



Have your say!