Berita seputar kebumen. Musim kemarau telah datang, seperti yang sudah sudah, kekeringan melanda berbagi daerah. Bahkan dibeberapa tempat sudah cukup mengenaskan. Para penduduk harus rela berjalan kaki puluhan kilo meter hanya untuk mencari air.
Namun dampaknya bukan hanya itu saja, kemarau kali ini juga di rasakan oleh para petani di kebumen. Dengan di tutupnya irigasi dari bendungan Sempor sehingga air tidak mengairi sawahnya.
Di samping itu, dampak kemarau juga dirasakan oleh PLN yaitu dengan tidak beroperasinya pembangkit listrik. Seperti termuat dalam Suara merdeka di sini.
Curah hujan yang sangat rendah, kemarau kali ini, membuat cadangan air Waduk Sempor Kebumen turun drastis. Hingga Jumat (4/7), cadangan air waduk tinggal 10,4 juta m3 dengan elevasi 56,18 m. Posisi ini jauh dari kondisi normal waduk yang volumenya bisa mencapai 38 juta m3 dengan elevasi 72 m.
Karena itu, agar cadangan air tidak habis, sejak 1 Juli lalu, pintu air tidak lagi dibuka untuk mengairi area pertanian. Akibatnya, Pembakit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sempor berhenti beroperasi. Padahal PLTA Sub Unit Wadaslintang di Desa Tunjungseto, Sempor itu bisa menghasilkan daya 1,1 megawatt.
Kepala Bidang Irigasi Dinas Sumbar Daya Air dan Pertambangan Energi (SDA-PE) Muchtarom ST mengatakan, penutupan saluran irigasi Waduk Sempor tidak berpengaruh pada hasil pertanian.
Sebab para petani yang menggarap 6.478 ha lahan (mengandalkan air waduk-Red) di Kecamatan Sempor, Gombong, Karanganyar, Kuwarasan, Buayan, dan Rowokele sudah mematuhi anjuran pola tanam.
“Sebagian mulai panen dan sebagian sudah tua, jadi tidak masalah,” ungkap dia, kemarin.Meski demikian, menurut dia, mulai Selasa depan, air waduk akan dialirkan kembali selama seminggu. Hal itu untuk membantu area pertanian di Sruweng dan Karanganyar yang masih membutuhkan air.
“Setelah 15 Juli, irigasi akan ditutup total,” ujarnya.Air Minum
Setelah 15 Juli hingga musim hujan mendatang, waduk masih menyediakan air 5-7 juta m3. Selain untuk isi waduk, air juga dimanfaatkan sebagai persediaan air minum untuk instalasi pengelolaan air (IPA) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kebumen. “Jaringan PDAM yang mengambil dari Sempor masih tercukupi selama musim kemarau,” tegas dia.
Kepala PLN Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Gombong, Kodiran menjelaskan, PLTA Sempor membantu pasokan listrik di Gombong. Namun pasokannya tidak terlalu besar, sehingga penghentian operasi PLTA Sempor tidak banyak memengaruhi pasokan listrik untuk Kebumen.
Camat Gombong, Pudjiono menjelaskan, beberapa waktu terakhir di Gombong terjadi pemadaman bergilir. Karena itu, pihaknya membeli genset agar layanan masyarakat seperti pembuatan kartu keluarga dan KTP tetap lancar.
