Arikel ini dalam rangka lomba kontes blog untuk menulis artikel. Semoga dapat bermanfaat.

Karena sudah memplokamirkan diri sebagai pengusaha internet, maka dibutuhkah sebuah tolok ukur dalam menentukan sukses tidaknya sebuah bisnis dijalankan. Nah salah satu yang dapat dan wajib untuk dijadikan tolok ukur tersebut adalah dari sisi keuangan. Karena memang tujuan pengusaha dalam menjalankan bisnisnya adalah memperoleh keuntungan.

Pendapatan adalah hasil yang dicapai dari suatu kegiatan bisnis sedangkan keuntungan adalah hasil dari selisih seluruh pendapatan dikurangi dengan seluruh biaya.

Banyak yang salah kaprah dalam hal keuntungan ini. Kebanyakan masih memandang dari sisi pendapatan sebagai tolok ukur kesuksesan. Padahal asumsi tersebut sangat menyesatkan. Mengapa ?

Sebelum membahas lebih jauh, dalam mengatur keuangan untuk bisnis atau bahasa kerennya manajemen keuangan, ada satu syarat wajib yang harus dipenuhi yaitu pemisahan keuangan pribadi dan bisnis. Maksudnya adalah terdapat sebuah garis tegas dalam hal pencatatan antara uang pribadi dan uang bisnis. Walaupun dalam pemakaian bisa di campur.

Selain syarat di atas, dalam pencatatan keuangan pun terdapat syarat yang lain yaitu :

  1. Adanya jangka waktu pencatatan (misal bulanan atau tahunan)
  2. Adanya pencatatan yang runut (setiap transaksi yang berlangsung di catat sesuai tanggal terjadinya transaksi)

Setelah dipisah maka sekarang kita bisa membuat catatan keuangan bisnis kita. Dalam teori akutansi terdapat dua model pencatatan yaitu cash basic dan accrual basic. Cash basic adalah arus uang riil sebagai dasar, sedangkan dalam accrual basic adalah asumsi arus uang yang menjadi dasarnya. Dimana perbedaannya ?

Kita ambil contoh adalah dalam hal pendapatan paid review. Dalam model cash basic pendapatan dihitung setelah uang tersebut di terima di tangan tetapi dalam accrual basic pendapatan dihitung berdasarkan tanggal “perjanjian” kita dapat pendapatan kita walaupun dibayarkan 30 hari kedepan.

Atau contoh yang lain adalah tentang sewa hosting dalam hal ini tahunan sedangkan pencatatan kita dilaksanakan bulanan. Dalam metode cash basic pencatatan dilaksanakan pada waktu transaksi yaitu awal tahun sedangkan bulan selanjutnya tidak ada transaksi. Sedangkan dalam metode accrual basic pencatatan uang hosting yang keluar untuk biaya hosting selama satu tahun di tulis sebagai biaya di muka sedangkan biaya pada bulan tersebut hanya sebesar biaya hosting satu tahun dibagi 12 bulan.

Dengan contoh di atas semoga dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang perbedaannya. Memang sangat ribed dan membingungkan. Mana yang lebih efektif ?

Menurut saya tergantung dari skala bisnisnya baik secara perputaran uang maupun kompleksitas kegiatan. Bagi saya yang masih kecil skalanya, saya cenderung menggunakan cash basic.

Berikut ada dua contoh transaksi bulanan yang terjadi

Contoh I

  1. Biaya hosting satu bulan = Rp 100.000,-
  2. Pendapatan dari review BV = Rp 250.000,-
  3. Biaya koneksi paket unlimited = Rp 800.000,-
  4. Biaya reparasi komputer = Rp 150.000,-
  5. Pendapatan review SR = Rp 750.000, -
  6. Pembelian domain PR 3 = Rp 200.000,-
  7. Pendapatan adsense = Rp 1.500.000,-

Maka kita bisa menyusun catatan sebagai berikut

Pendapatan
1. Pendapatan Review BV
2. Pendapatan Review SR
3. Pendapatan Adsense
Total pendapatan
Biaya
1. Biaya hosting
2. Biaya koneksi internet
3. Biaya reparasi komputer
4, Biaya domain
Total Biaya
Keuntungan
.

Rp. 250.000,-
Rp. 750.000,-
Rp.1.500.000,-
Rp. 2.500.000,-

Rp. 100.000,-
Rp. 800.000,-
Rp. 150.000,-
Rp. 200.000,-
Rp. 1.250.000,-
Rp. 1.250.000,-

Maka keuntungan dari bisnis online kita adalah Rp 1.250.000,- pada bulan ini. Ingat, kita belum memasukkan unsur pengeluaran kita seperti makan, beli rokok dan lain sebagainya. Justru hal inilah yang sering menjebak kita. Menurut seingat saya pendapatan gede koq uang habis malah kurang, pada kemana yah ?

Nah di sisi inilah salah satu peranan manajemen keuangan dibutuhkan, yaitu agar kita bisa mengatur dan merencanakan keuangan kita. Jadi menurut saya akan lebih baik kita seolah olah bekerja pada perusahaan kita. Dan kita berhak atas gaji kita.

Misal pada contoh di atas adalah kita gaji diri kita setiap bulan Rp. 750.000,-. Maka uang yang dapat kita pergunakan untuk keperluan pribadi kita maksima adalah Rp 750.000,- itu, Sehingga keuntungan bersih dari bisnis kita adalah Rp 1.250.000,- dikurangi Rp. 750.000,- sama dengan Rp. 500.000,-

Bayangkan dengan pendapatan adsense $ 175 /mo di tambah dari review $ 125 / mo, kita hanya bisa makan Rp 750.000,- doang dengan tabungan Rp 500.000,- :( . Memang besar angka tersebut tergantung dari sudut pandang kita besar atau tidak, cukup atau tidak.

Padahal persepsi orang dengan pendapatan $ 300 /mo adalah sudah luar biasa. Nah sekarang kita jadi tahu struktur pendapatan dan biaya kita, sehingga kita bisa mengatur mana yang harus di hemat dan mana yang harus di hapus dari daftar belanja kita.

Sudah banyak pengusaha internet yang sudah sukses terjerumus dalam masalah keuangan karena kurang tidak bisa mengaturnya. Maka mulai sekarang disiplinkan diri kita untuk mencatat dan mengatur setiap pengeluaran dan pendapatan kita.

Bagaimana sebenarnya kelayakan bisnis internet itu ?

Sabar… sabar… kita lanjutkan besok yah. Kalau ada salah mohon dikoreksi yah.. :D

======

Artikel selanjutnya :

1. Manajemen pemasaran untuk pengusaha marketer (blogging management 7)

2. Manajemen SDM untuk pengusaha internet (bloging management 8)

3. Studi Kelayakan Bisnis Internet (blogging management 9)

Random Posts