Berita kebumen.

Sepertinya aksi penipuan tidak mengenal tempat waktu dan suasana. Tadi pagi saya membaca berita menarik dari suara merdeka (karena hanya ini koran yang mengangkat berita lokal dengan baik), bahwa nama ketua KPU Kabupaten Kebumen Teguh Purnomo SH MHum dicatut dalam aksi penipuan.

Yang menarik adalah :

Pertama. Dengan kejadian itu, berarti mencerminkan praktek pungli memang sudah merajalela.

meminta kepada pengurus partai politik (parpol) untuk menyetor sejumlah uang, guna membetulkan hasil verifikasi keanggotaan parpol yang dilakukan oleh KPU Kebumen beserta jajaran PPS diseluruh Kebumen.

Kedua. Bahwa sudah jamak orang yang mempunyai posisi akan menggunakan kekuasaannya untuk mencari keuntungan pribadi.

Setelah ketemu, dengan agak berbisik, barangkali agar tidak didengar oleh staf sekretariat atau anggota KPU Kebumen yang lain, Margono menceritakan, keinginan
”Ketua KPU Kebumen” sudah dikomunikasikan dengan pengurus tingkat Provinsi Partai Hanura.

Ketiga. Kejadian tersebut bisa karena memang proses penipuan atau ada sesuatu yang lain.

Kontan saja, Teguh yang menerima Margono menjadi bingung, karena obrolannya tidak nyambung

Berikut ini cuplikan berita lengkap dari suara merdeka :

Nama Ketua KPU Kebumen Dicatut

Nama Ketua KPU Kabupaten Kebumen Teguh Purnomo SH MHum dicatut dalam aksi penipuan.

Modusnya meminta kepada pengurus partai politik (parpol) untuk menyetor sejumlah uang, guna membetulkan hasil verifikasi keanggotaan parpol yang dilakukan oleh KPU Kebumen beserta jajaran PPS diseluruh Kebumen.

Aksi pencatutan tersebut baru terungkap, Rabu (9/7). Tidak seperti hari biasanya, sejumlah pengurus parpol tingkat Kebumen mendatangi kantor KPU di kompleks Setda Kebumen.

Kedatangan mereka untuk menindaklanjuti telepon yang mengaku dari staf sekretariat KPU Kebumen yang memanggil lewat telpon Yusuf SH, agar mereka menghubungi Ketua KPU Kebumen, Teguh Purnomo SH MHum.

Ketua Partai Hanura Kebumen H Margono yang datang ke kantor KPU langsung mencari Teguh Purnomo.

Setelah ketemu, dengan agak berbisik, barangkali agar tidak didengar oleh staf sekretariat atau anggota KPU Kebumen yang lain, Margono menceritakan, keinginan
”Ketua KPU Kebumen” sudah dikomunikasikan dengan pengurus tingkat Provinsi Partai Hanura.

Bingung

Kontan saja, Teguh yang menerima Margono menjadi bingung, karena obrolannya tidak nyambung. Baru setelah diceriterakan bahwa, pihaknya baru saja menerima telepon dari orang yang mnegaku Ketua KPU Kebumen, yang intinya berharap bantuan dari Partai Hanura berupa dana Rp 7 Juta.

Uang tersebut sedianya untuk mencukupi kekurangan pembelian barang elektronik yang telah dibeli. Uang itu katanya akan dikembalikan pada hari Minggu depan. Namun setelah Ketua KPU asli menjelaskan bahwa tidak pernah menyuruh staf maupun tidak menerima telepon darinya, barulah Margono tersadar, dirinya hampir saja ditipu.

Selain Margono, sejumlah pengurus partai yang lain juga berdatangan ke KPU Kebumen. Antara lain Suharto dari Partai Barisan Nasional, Bambang Sugeng dari Partai Demokrasi Pembaharuan, Bambang dari PNBKI dan beberapa pengurus parpol yang langsung menelepon sekretariat KPU Kebumen.

Rata-rata mereka sebelumnya telah ditelepon oleh orang yang mengaku Ketua KPU Kebumen.
Menurut Teguh Purnomo, kedatangan mereka ada yang ingin penjelasan lebih lanjut. Tetapi ada juga yang akan menindaklanjuti obrolannya lewat telepon.

Bahkan ada di antara mereka sudah langsung melakukan koordinasi dengan pengurus partai tingkat propinsi soal penyediaan sejumlah uang tersebut.

Pengunjung juga membaca artikel: